Management and Accounting

Financial management, accounting courses, risk management, what is management accounting, management salary, hospitality management, accounting quarterly, manager accounting, certificate in management, accounting tools, management accountancy, accounting business, accounting software, accounting information systems, accounting careers, accounting cost

Subjek, Istilah, Hukum dan cara Mengajukan Permohonan Hak Paten

Kata paten, berasal dari bahasa inggris patent, yg awalnya berasal dari kata patere yg berarti membuka diri, & juga berasal dari istilah letters patent, yaitu surat keputusan yg dikeluarkan kerajaan yg memberikan hak eksklusif kpd individu & pelaku bisnis tertentu. Dari definisi kata paten itu sendiri, konsep paten mendorong inventor ukt membuka pengetahuan demi kemajuan masyarakat & sbg gantinya, inventor mendapat hak eksklusif selama periode tertentu. Mengingat pemberian paten tdk mengatur siapa yg harus melakukan invensi yg dipatenkan, sistem paten tdk dianggap sbg hak monopoli.

Paten adl hak eksklusif yg diberikan oleh Negara kpd Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yg ukt selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kpd pihak lain ukt melaksanakannya. (UU 14 tahun 2001, ps. 1, ay. 1). Sementara itu, arti Invensi & Inventor (yang terdapat dalam pengertian di atas, juga menurut undang-undang tersebut, adalah):

  1. Invensi adl ide Inventor yg dituangkan ke dalam sesuatu kegiatan pemecahan masalah yg spesifik di bidang teknologi dpt berupa produk atau proses, atau penyempurnaan & pengembangan produk atau proses. (UU 14 tahun 2001, ps. 1, ay. 2).
  2. Inventor adl seorang yg secara sendiri atau beberapa orang yg secara bersama-sama melaksanakan ide yg dituangkan ke dalam kegiatan yg menghasilkan Invensi. (UU 14 tahun 2001, ps. 1, ay. 3).

Subjek yg dpt dipatenkan

Secara umum, ada 3 kategori besar mengenai subjek yg dpt dipatenkan: proses, mesin, & barang yg diproduksi & digunakan. Proses mencakup algoritma, metode bisnis, sebagian besar perangkat lunak (software), teknik medis, teknik olahraga & semacamnya. Mesin mencakup alat & aparatus. Barang yg diproduksi mencakup perangkat mekanik, perangkat elektronik & komposisi materi seperti kimia, obat-obatan, DNA, RNA, & sebagainya.

Kebenaran matematika, termasuk yg tdk dpt dipatenkan. Software yg menerapkan algoritma juga tdk dpt dipatenkan kecuali terdapat aplikasi praktis (di Amerika Serikat) atau efek teknikalnya (di Eropa).

Saat ini, masalah paten perangkat lunak (dan juga metode bisnis) masih merupakan subjek yg sangat kontroversial. Amerika Serikat dalam beberapa kasus hukum di sana, mengijinkan paten ukt software & metode bisnis, sementara di Eropa, software dianggap tdk bisa dipatenkan, meski beberapa invensi yg menggunakan software masih tetap dpt dipatenkan.

Paten yg berhubungan dengan zat alamiah & juga obat-obatan, teknik penanganan medis & juga sekuens genetik, termasuk juga subjek yg kontroversial. Di berbagai negara, terdapat perbedaan dalam menangani subjek yg berkaitan dgn hal ini. Misalnya, di Amerika Serikat, metode bedah dpt dipatenkan, namun hak paten ini mendapat pertentangan dalam prakteknya. Mengingat sesuai prinsip sumpah Hipokrates (Hippocratic Oath), dokter wajib membagi pengalaman & keahliannya secara bebas kpd koleganya. Sehingga pd tahun 1994, The American Medical Association (AMA) House of Delegates mengajukan nota keberatan terhadap aplikasi paten ini.

Di Indonesia, syarat hasil temuan yg akan dipatenkan adl baru (belum pernah diungkapkan sebelumnya), mengandung langkah inventif (tidak dpt diduga sebelumnya), & dpt diterapkan dalam industri. Jangka waktu perlindungan ukt paten ‘biasa’ adl 20 tahun, sementara paten sederhana adl 10 tahun. Paten tdk dpt diperpanjang. Untuk memastikan teknologi yg diteliti belum dipatenkan oleh pihak lain & layak dipatenkan, dpt dilakukan penelusuran dokumen paten. Ada beberapa kasus khusus penemuan yg tdk diperkenankan mendapat perlindungan paten, yaitu proses / produk yg pelaksanaannya bertentangan dgn undang-undang, moralitas agama, ketertiban umum atau kesusilaan; metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/atau pembedahan yg diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan; serta teori & metode di bidang matematika & ilmu pengetahuan, yakni semua makhluk hidup, kecuali jasad renik, & proses biologis penting ukt produksi tanaman atau hewan, kecuali proses non-biologis atau proses mikro-biologis.

Istilah - Istilah dalam Paten

  1. Inventor atau pemegang Paten, Inventor adl seorang yg secara sendiri atau beberapa orang yg secara bersama-sama melaksanakan ide yg dituangkan ke dalam kegiatan yg menghasilkan invensi. Pemegang paten adl inventor sbg pemilik paten atau pihak yg menerima hak tersebut dari pemilik paten atau pihak lain yg menerima lbh lanjut hak tersebut, yg terdaftar dalam daftar umum paten.
  2. Invensi, Adalah ide inventor yg dituangkan ke dalam sesuatu kegiatan pemecahan masalah yg spesifik di bidang teknologi, dpt berupa produk atau proses, atau penyempurnaan & pengembangan produk atau proses.
  3. Hak yg dimiliki oleh pemegang Paten, Pemegang hak paten memiliki hak eklusif ukt melaksanakan Paten yg dimilikinya & melarang orang lain yg tanpa persetujuannya :
    1. Dalam hal Paten Produk : membuat, menjual, mengimpor, menyewa, menyerahkan, memakai, menyediakan ukt di jual atau disewakan atau diserahkan produk yg di beri paten.
    2. Dalam hal Paten Proses : Menggunakan proses produksi yg diberi Paten ukt membuat barang & tindakan lainnya sebagaimana yg dimaksud dalam hufuf 1.
      1. Pemegang Paten berhak memberikan lisensi kpd orang lain berdasarkan surat perjanjian lisensi.
      2. Pemegang Paten berhak menggugat ganti rugi melalui pengadilan negeri setempat, kpd siapapun, yg dgn sengaja & tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam butir 1 diatas.
      3. Pemegang Paten berhak menuntut orang yg dgn sengaja & tanpa hak melanggar hak pemegang paten dgn melakukan salah satu tindakan sebagaimana yg dimaksud dalam butir 1 diatas.
  4. Hal-hal yg sebaiknya dilakukan oleh seorang Inventor sebelum mengajukan permohonan Paten?
    1. Melakukan penelusuran. Tahapan ini dimaksudkan ukt mendapatkan informasi tentang teknologi terdahulu dalam bidang invensi yg sama (state of the art) yg memungkinkan adanya kaitannya dgn invensi yg akan diajukan. Melalui informasi teknologi terdahulu tersebut maka inventor dpt melihat perbedaan antara invensi yg akan diajukan permohonan Patennya dgn teknologi terdahulu.
    2. Melakukan Analisis. tahapan ini dimaksudkan ukt menganalisis apakah ada ciri khusus dari invensi yg akan diajukan permohonan Patennya dibandingkan dgn Invensi terdahulu.
    3. Mengambil Keputusan. Jika invensi yg dihasilkan tersebut mempunyai ciri teknis dibandingkan dgn teknologi terdahulu, maka invensi tersebut sebaiknya diajukkan permohonan Patennya.Sebaliknya jika tdk ditemukan ciri khusus, maka invensi tersebut sebaiknya tdk perlu diajukan ukt menghindari kerugian dari biaya pengajuan permohonan Paten.
  5. Pengajuan Permohonan Paten, Paten diberikan atas dasar permohonan & memenuhi persyaratan administratif & subtantif sebagaimana diatur dalam Undang-undang Paten.
  6. Sistem First to File, Adalah sesuatu sistem pemberian Paten yg menganut mekanisme bahwa seseorang yg pertamakali mengajukan permohonan dianggap sbg pemegang Paten, bila semua persyaratannya dipenuhi.
  7. Kapan sebaiknya permohonan Paten diajukan?, Suatu permohonan Paten sebaiknya diajukan secepat mungkin, mengingat sistem Paten Indonesia menganut sistem First to File. Akan tetapi pd saat pengajuan, uraian lengkap penemuan harus secara lengkap menguraikan atau mengungkapkan penemuan tersebut.

Permohonan Paten

Paten dimohon dgn mengisi permohonan Paten bertulis di kantor yg berkait. Pemohonan berisi penjelasan bagaimana cara ukt membuat & memakai penemuan dan, di bawah beberapa perundangan, jika tdk jelas, kegunaan penemuan. Permohonan paten juga mungkin harus terdiri dari “klaim”. Klaim menegaskan penemuan & perwujudan ukt yg pelamar ingin hak-hak jelas.

Dalam Egbert v. Lippmann,104 U. S. 333 (1881) (the “korset kasus”), Mahkamah Agung Amerika Serikat memperkokoh keputusan bahwa seorang penemu yg sudah “benar-benar memikirkan hak-haknya selama sebelas tahun” dgn tdk melamar paten tdk bisa mendapatkan sesuatu paten pd waktu itu. Keputusan ini ditetapkan sbg aturan 35. yg menghalang seorang penemu dari mendapatkan paten jika penemuan sudah di guna oleh publik selama lbh dari satu tahun sebelum memohon paten.

Syarat hasil temuan yg akan dipatenkan di Indonesia adl baru (belum pernah diungkapkan sebelumnya), mengandung langkah inventif (tidak dpt diduga sebelumnya), & dpt diterapkan dalam industri. Jangka waktu perlindungan ukt paten ‘biasa’ adl 20 tahun, sementara paten sederhana adl 10 tahun. Paten tdk dpt diperpanjang. Untuk memastikan teknologi yg diteliti belum dipatenkan oleh pihak lain & layak dipatenkan, dpt dilakukan penelusuran dokumen paten. Ada beberapa kasus khusus penemuan yg tdk diperkenankan mendapat perlindungan paten, yaitu proses / produk yg pelaksanaannya bertentangan dgn undang-undang, moralitas agama, ketertiban umum atau kesusilaan; metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/atau pembedahan yg diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan; serta teori & metode di bidang matematika & ilmu pengetahuan, yakni semua makhluk hidup, kecuali jasad renik, & proses biologis penting ukt produksi tanaman atau hewan, kecuali proses non-biologis atau proses mikro-biologis.

Hukum yg Mengatur Paten

Saat ini terdapat beberapa perjanjian internasional yg mengatur tentang hukum paten. Antara lain, WTO Perjanjian TRIPs yg diikuti hampir semua negara.

Pemberian hak paten bersifat teritorial, yaitu, mengikat hanya dalam lokasi tertentu. Dengan demikian, ukt mendapatkan perlindungan paten di beberapa negara atau wilayah, seseorang harus mengajukan aplikasi paten di masing-masing negara atau wilayah tersebut. Untuk wilayah Eropa, seseorang dpt mengajukan satu aplikasi paten ke Kantor Paten Eropa, yg jika sukses, sang pengaju aplikasi akan mendapatkan multiple paten (hingga 36 paten, masing-masing ukt setiap negara di Eropa), bukannya satu paten yg berlaku di seluruh wilayah Eropa.


No Comments

(will not be published)