Management and Accounting

Financial management, accounting courses, risk management, what is management accounting, management salary, hospitality management, accounting quarterly, manager accounting, certificate in management, accounting tools, management accountancy, accounting business, accounting software, accounting information systems, accounting careers, accounting cost

Tujuan, Prosedur, dan Elemen Pengendalian Intern

Tujuan Pengendalian Intern

Tujuan pengendalian intern adl menjamin manajemen perusahaan agar:

  1. Kegiatan perusahaan sejalan dgn hukum & peraturan yg berlaku.
  2. Tujuan perusahaan yg ditetapkan akan dpt dicapai.
  3. Laporan keuangan yg dihasilkan perusahaan dpt dipercaya.

Pengendalian intern dpt mencegah kerugian atau pemborosan pengolahan sumber daya perusahaan

Pengendalian intern dpt menyediakan informasi tentang bagaimana menilai kinerja perusahaan & manajemen perusahaan serta menyediakan informasi yg akan digunakan sbg pedoman dalam perencanaan.

Pada tingkatan organisasi, tujuan pengendalian intern berkaitan dgn keandalan laporan keuangan, umpan balik yg tepat waktu terhadap pencapaian tujuan-tujuan operasional & strategis, serta kepatuhan pd hukum & regulasi. Pada tingkatan transaksi spesifik, pengendalian intern merujuk pd aksi yg dilakukan ukt mencapai sesuatu tujuan tertentu. Prosedur pengedalian intern mengurangi variasi proses & pd gilirannya memberikan hasil yg lbh dpt diperkirakan. Pengendalian intern merupakan unsur kunci pd Foreign Corrupt Practices Act (FCPA) tahun 1977 & Sarbanes-Oxley tahun 2002 yg mengharuskan peningkatan pengendalian intern pd perusahaan-perusahaan publik Amerika Serikat.

Dalam teori akuntansi & organisasi, pengendalian intern atau kontrol intern didefinisikan sbg sesuatu proses, yg dipengaruhi oleh sumber daya manusia & sistem teknologi informasi, yg dirancang ukt membantu organisasi mencapai sesuatu tujuan atau objektif tertentu.

Pengendalian intern merupakan sesuatu cara ukt mengarahkan, mengawasi, & mengukur sumber daya sesuatu organisasi. Ia berperan penting ukt mencegah & mendeteksi penggelapan (fraud) & melindungi sumber daya organisasi baik yg berwujud (seperti mesin & lahan) maupun tdk (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang).

Adanya sistem akuntansi yg memadai, menjadikan akuntan perusahaan dpt menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen, para pemilik atau pemegang saham, kreditur & para pemakai laporan keuangan (stakeholder) lain yg dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. Sistem tersebut dpt digunakan oleh manajemen ukt merencanakan & mengendalikan operasi perusahaan. Lebih rinci lagi, kebijakan & prosedur yg digunakan secara langsung dimaksudkan ukt mencapai sasaran & menjamin atau menyediakan laporan keuangan yg tepat serta menjamin ditaatinya atau dipatuhinya hukum & peraturan, hal ini disebut Pengendalian Intern, atau dgn kata lain bahwa pengendalian intern terdiri atas kebijakan & prosedur yg digunakan dalam operasi perusahaan ukt menyediakan informasi keuangan yg handal serta menjamin dipatuhinya hukum & peraturan yg berlaku.

Penilaian Resiko (Risk Assesment)

Semua organisasi memiliki risiko, dalam kondisi apapun yg namanya risiko pasti ada dalam sesuatu aktivitas, baik aktivitas yg berkaitan dgn bisnis maupun non bisnis. Suatu risiko yg telah di identifikasi dpt di analisis & evaluasi sehingga dpt di perkirakan intensitas & tindakan yg dpt meminimalkannya.

Prosedur Pengendalian (Control Procedure)

Prosedur pengendalian ditetapkan ukt menstandarisasi proses kerja sehingga menjamin tercapainya tujuan perusahaan & mencegah atau mendeteksi terjadinya ketidakberesan & kesalahan. Prosedur pengendalian meliputi hal-hal sbg berikut:

  1. Pemisahan tanggung jawab ukt kegiatan terkait.
  2. Pemisahan fungsi akuntansi, penyimpanan aset & operasional.
  3. Personil yg kompeten, mutasi tugas & cuti wajib.
  4. Pelimpahan tanggung jawab.

Pemantauan (Monitoring)

Pemantauan terhadap sistem pengendalian intern akan menemukan kekurangan serta meningkatkan efektivitas pengendalian. Pengendalian intern dpt di monitor dgn baik dgn cara penilaian khusus atau sejalan dgn usaha manajemen. Usaha pemantauan yg terakhir dpt dilakukan dgn cara mengamati perilaku karyawan atau tanda-tanda peringatan yg diberikan oleh sistem akuntansi. Penilaian secara khusus biasanya dilakukan secara berkala saat terjadi perubahan pokok dalam strategi manajemen senior, struktur korporasi atau kegiatan usaha. Pada perusahaan besar, auditor internal adl pihak yg bertanggung jawab atas pemantauan sistem pengendalian intern. Auditor independen juga sering melakukan penilaian atas pengendalian intern sbg bagian dari audit atas laporan keuangan.

Informasi & Komunikasi (Information and Communication)

Informasi & komunikasi merupakan elemen-elemen yg penting dari pengendalian intern perusahaan. Informasi tentang lingkungan pengendalian, penilaian risiko, prosedur pengendalian & monitoring diperlukan oleh manajemen Winnebago pedoman operasional & menjamin ketaatan dgn pelaporan hukum & peraturan-peraturan yg berlaku pd perusahaan. Informasi juga diperlukan dari pihak luar perusahaan. Manajemen dpt menggunakan informasi jenis ini ukt menilai standar eksternal. Hukum, peristiwa & kondisi yg berpengaruh pd pengambilan keputusan & pelaporan eksternal.

Elemen-elemen Pengendalian Intern

Committee of Sponsoring Organizations of the Treatway Commission (COSO) memperkenalkan adanya 5 komponen pengendalian intern yg meliputi Lingkungan Pengendalian (Control Environment), Penilaian Resiko (Risk Assesment), Prosedur Pengendalian (Control Procedure), Pemantauan (Monitoring), serta Informasi & Komunikasi (Information and Communication).

Lingkungan Pengendalian (Control Environment)

Lingkungan pengendalian perusahaan mencakup sikap para manajemen & karyawan terhadap pentingnya pengendalian yg ada di organisasi tersebut. Salah satu faktor yg berpengaruh terhadap lingkungan pengendalian adl filosofi manajemen (manajemen tunggal dalam persekutuan atau manajemen bersama dalam perseroan) & gaya operasi manajemen (manajemen yg progresif atau yg konservatif), struktur organisasi (terpusat atau ter desentralisasi) serta praktik kepersonaliaan. Lingkungan pengendalian ini amat penting karena menjadi dasar keefektifan unsur-unsur pengendalian intern yg lain.


No Comments

(will not be published)